-
SAINS Perbandingan Kecepatan Cahaya 299.792 Km, Neutrino 20 per 1 juta di atas kecepatan cahaya
Para fisikawan di Laboratorium Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir (CERN) di Geneva, Swiss, Jumat (23/9/2011) waktu setempat, mengumumkan keberhasilan mereka menemukan keberadaan partikel yang bisa bergerak lebih cepat daripada kecepatan cahaya.
Partikel yang disebut sebagai neutrino ini memiliki kecepatan 20 per 1 juta di atas kecepatan cahaya. Berdasarkan teori relativitas khusus yang dikemukakan Albert Einstein pada 1905, kecepatan cahaya mencapai 299.792 kilometer per detik atau yang sering dibulatkan menjadi 300.000 kilometer per detik. Ini merupakan kecepatan tertinggi di alam semesta. Neutrino merupakan partikel elementer yang memiliki massa sangat kecil, nyaris mendekati nol.
Eksperimen untuk menguji kecepatan neutrino ini dinamai Oscillation Project with Emulsion-tRacking Apparatus (OPERA) yang dilakukan di Gran Sasso National Laboratory, Italia, pada kedalaman 1.400 meter. Tujuan penelitian adalah menguji neutrino yang ditembakkan dari CERN.
Juru Bicara OPERA, Antonio Ereditato, dari Universitas Bern, Swiss, mengatakan, temuan ini sebagai kejutan yang sempurna. Para peneliti mengakui, hasil penelitian ini akan menimbulkan pro-kontra karena melawan hukum fisika yang sudah mapan selama lebih dari 100 tahun.
Untuk itu, pengukuran lain yang independen diperlukan guna menguji temuan ini. Direktur Penelitian CERN Sergio Bertolucci mengatakan, jika hasil pengukuran mereka bisa dikonfirmasi oleh ilmuwan lain, temuan ini akan mengubah pandangan umat manusia tentang fisika.
Sumber :(CERN.CH/LIVESCIENCE.COM/MZW)
ASTRONOMI Dengan Teknologi NASA banyak pihak yang meragukan kebenaran manusia mendarat di Bulan kini terungkap
Bagi banyak orang, pendaratan manusia di Bulan merupakan suatu pencapaian luar biasa. Namun banyak pula yang meragukan kebenaran manusia mendarat di bulan.
Tak dipungkiri, banyak pihak yang meragukan kebenaran manusia mendarat di Bulan. Kini, terdapat bukti kuat berupa foto yang menunjukkan manusia benar-benar pernah mendarat di bulan.
Lunar Reconnaisance Orbiter (LRO) merilis beberapa foto baru yang secara jelas menunjukkan jejak kaki astronot, rover bulan dan pesawat luar angkasa.
LRO mengambil foto menakjubkan ini di ketinggian 50km dan kini jarak itu diperdekat untuk menghasilkan gambar yang jauh lebih jelas. Ilmuwan riset NASA Noah Petro mengaku foto ini merupakan gambar terbaik. “Kita punya gambar permukaan bulan paling menakjubkan,” katanya seperti dikutipDailymail.
Foto ini menampilkan gambar terjelas arah pergi, tempat mengambil sampel dan melakukan pengujian astronot di permukaan bulan. Seperti banyak diberitakan, ahli teori konspirasi mengklaim pendaratan di bulan dipalsukan dalam studi TV.
ASTRONOMIBintang yang dijuluki PSR J1719-1438 diyakini sebagai planet yang keseluruhannya terbuat dari berlian
Bisa dikatakan penemuan ini merupakan penemuan permata. Astronom yakin berhasil menemukan sebuah planet yang keseluruhannya terbuat dari berlian.
Ilmuwan University of Manchester mengaku berhasil menemukan bintang masif di Bima Sakti yang berubah menjadi planet kecil batu berharga itu. Tim riset internasional awalnya mendeteksi bintang tak biasa yang disebut pulsar.
Kemudian, peneliti menggunakan teleskop di observatori di Cheshire untuk menelitinya. Temuan ini kemudian menuntun ilmuwan menemukan tarikan gravitasi planet tetangga kecil yang mengorbit pulsar seperti ditulis Dailymail.
Pulsar merupakan bintang berputar yang memiliki diameter lebih dari 16 kilometer atau seukuran kota kecil yang memancarkan gelombang radio. Tim gabungan Australia, Jerman, Italia dan Amerika Serikat (AS) ini menduga, planet ini merupakan peninggalan bintang aslinya.
Anggota tim Dr Michael Keith mengatakan, “Sisa ini kemungkinan adalah karbon dan oksigen besar. Karena bintang terbuat dari elemen yang lebih ringan seperti hydrogen." Artinya, sebagian besar bintang ini serupa berlian.
Bintang yang dijuluki PSR J1719-1438 dan planetnya terletak empat ribu tahun cahaya dari rasi bintang Serpen. Meski kecil, massa planet ini sedikit lebih berat disbanding Yupiter.
Temuan ini diterbitkan dalam jurnal Science. Berikut videonya
ASTRONOMI fenomena sangat langka yang hanya terjadi setiap 100 juta tahun
Menggunakan teleskop NASA, para astronom berhasil ‘menangkap’ peristiwa langka ini. Sebuah jet kosmik menakjubkan keluar dari lubang hitam raksasa yang melahap bintang.
Sebelumnya, fenomena sangat langka yang hanya terjadi tiap 100 juta tahun ini belum pernah diteliti. Fenomena yang dikenal sebagai ‘jet realitivistik’ ini mampu mencapai panjang ratusan ribu tahun cahaya.
Awalnya, para ilmuwan menyadari fenomena ini pada Maret lalu setelah teleskop Swift NASA mendeteksi semburan sinar-x di langit.
Tim peneliti Pennsylvania State University dan Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics mengatakan, semburan ini diduga sisa bintang yang terlontar setelah ‘tercabik’ lubang hitang yang jaraknya 3,9 miliar tahun cahaya.
Sumber
Dr David Burrows mengatakan, analisa kimia dari cahaya ultraviolet itu menunjukkan, cahaya muncul dari bahan yang tersedot ke dalam lubang hitam.
“Menakjubkan, sumber bintang masih menghasilkan sinar-x dan cukup terang hingga dapat diteliti melalui Swift,” ujarnya seperti ditulis Dailymail.
Menurut hasil studi yang diterbitkan di Nature, lubang hitam ini diyakini menjadi makin kuat setelah mendapat massa tambahan dari bintang yang dilahapnya.
Sumber
AstronomiPada masa lalu, planet Mars memiliki suhu dingin, samudera yang membeku dan diselimuti es.
Banyak ilmuwan memperkirakan bahwa Mars, planet yang saat ini dingin dan sangat kering, dulunya memiliki samudera yang penuh air di permukaannya. Namun demikian, bukan berarti planet tersebut sebelumnya merupakan kawasan tropik.
Dari laporan yang dipublikasikan di jurnal Nature Geoscience, astrobiolog Alberto Fairyn dan rekan-rekannya dari SETI Institute and NASA Ames Research Center menyebutkan bahwa Mars lebih buruk dari perkiraan.
Absennya phyllosilicate di kawasan dataran rendah di bagian utara planet Mars mengindikasikan bahwa samudera yang pernah ada di sana merupakan samudera dingin, dan kemungkinan berbatasan dengan gletser yang membeku.
Dikutip dari Universe Today, 4 September 2011, phyllosilicate atau lapisan silicate merupakan kelompok mineral yang penting, termasuk mica, chlorite, serpentine, talc, dan mineral lumpur. Di planet Bumi, zat tersebut umumnya ditemukan di sedimen bebatuan yang terbentuk akibat adanya laut.
Meski di kawasan utara tidak dijumpai, lewat spectrometer yang dipasang di pesawat ruang angkasa, mineral itu sendiri ditemukan di kawasan khatulistiwa planet Mars.
Tertarik dengan jauhnya perbedaan mineral yang ditemukan di Mars, Fairyn dan timnya melakukan studi lebih lanjut. Menggunakan model geokimia dan klimatik baru, disimpulkan bahwa samudera di kawasan utara planet itu kemungkinan nyaris beku, dengan sebagian besar di antaranya diselimuti es.
Studi yang dilakukan oleh Fairyn dan rekan-rekannya berbeda, namun lebih tepatnya, menggabungkan dua teori sebelumnya seputar masa lalu planet Mars. Teori pertama, planet itu dingin namun kering dan hadirnya air di planet Mars hanya sesaat, tepatnya di kawasan khatulistiwa.
Teori kedua, planet itu pernah memiliki iklim hangat dan basah serta memiliki sungai, danau, dan laut selama periode yang cukup panjang. Namun, temuan baru ini menunjukkan bahwa Mars dahulu kala dingin, namun memiliki samudera yang serupa dengan kutub utara Bumi.
Fairyn menyebutkan, penelitian lebih lanjut sedang dipersiapkan, termasuk menjalankan tes menggunakan model temperatur yang lebih rendah serta mencari kawasan pesisir yang kemungkinan terkena dampak adanya gunung es.
Langkah ini memang akan sangat sulit karena sebagian besar bukti dipastikan terkubur oleh sedimen baru dan muntahan volkanik. Namun demikian, Fairyn yakin bahwa model yang ia buat akan mampu menuntaskan perdebatan panjang seputar sejarah planet merah itu.
Sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/244531-terungkap--masa-lalu-planet-mars
Ilmuwan mengatakan bahwa mereka telah menemukan sebuah planet jauh berwarna hitam pekat yang lebih gelap dari batu bara.
Seperti yang dikutip dari The Age, Jumat (12/8/2011), planet gelap yang ditemukan oleh ilmuwan tersebut merefleksikan hanya satu persen cahaya bintang yang dikitarinya.
"Planet yang dinamakan TrES-2b tersebut, merupakan sebuah gas raksasa berukuran seperti Jupiter, ketimbang sebuah planet batu padat seperti Bumi atau Mars," ujar para astronom.
Planet TrES-2b mengorbit pada bintang GSC 03549-02811, yang berjarak sekira 750 tahun cahaya di konstelasi bintang Draco the Dragon.
"TrES-2b memiliki warna yang lebih gelap dari cat akrilik, jadi planet tersebut merupakan dunia yang sangat misterius," ujar David Kipping dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics.
Planet hitam misterius itu sendiri pertama kali terlihat oleh para ilmuwan sekira lima tahun yang lalu.
Jarak orbit antara TrES-2b dengan bintang induknya adalah 5 juta kilometer. Namun mengapa planet tersebut hanya sedikit sekali memantulkan cahaya matahari? Mengingat jarak Bumi dan Matahari lebih jauh, yakni sekira 150 juta kilometer.
Lalu karena jaraknya cukup dekat bintang induk, ilmuwan pun memperkirakan suhu planet TrES-2b adalah sekira 1.000 derajat celcius.
"Belum jelas apa yang menyebabkan planet ini berwarna begitu gelap," ujar David Spiegel dari Princeton University.
Studi yang diterbitkan di jurnal Monthly Notices ini menggunakan pesawat tanpa awak Kepler milik NASA.
1. Tabrakan Antar Galaksi

Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasi tabrakan Andromeda dan galaksi kita , yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.
Credit: F. Summers/C. Mihos/L. Hemquist
2. Quasar

Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat. Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C 273, yang dipotret pada 1979.
Credit: NASA-MSFC
3. Materi Gelap (Dark Matter)

Para ilmuwan berpendapat bahwa materi gelap (dark matter) merupakan penyusun terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi secara langsung oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai dari neotrino berat hingga invisible black hole. Jika dark matter benar-benar ada, kita masih harus membutuhkan pengetahuan yang lebih baik tentang gravitasi untuk menjelaskan fenomena ini.
Credit: Andrey Kravtsov
4. Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)

Gelombang gravitasi merupakan distorsi struktur ruang-waktu yang diprediksi oleh teori relativitas umum Albert Einstein. Gelombangnya menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah sehingga para ilmuwan berharap dapat mendeteksinya hanya melalui kejadian kosmik kolosal, seperti bersatunya dua black hole seperti pada gambar di atas. LIGO dan LISA merupakan dua detektor yang didesain untuk mengamati gelombang yang sukar dipahami ini.
Credit: Henze/NASA
5. Energi Vakum

Fisika Kuantum menjelaskan kepada kita bahwa kebalikan dari penampakan, ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomik “virtual” yang secara konstan diciptakan dan dihancurkan. Partikel-partikel yang menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu, berdasarkan teori relativitas umum, memproduksi gaya antigravitasi yang membuat ruang angkasa semakin mengembang. Sampai sekarang tidak ada yang benar-benar tahu penyebab ekspansi alam semesta.
Credit: NASA-JSC-ES&IA
6. Mini Black Hole

Jika teori gravitasi “braneworld” yang baru dan radikal terbukti benar, maka ribuan mini black holes tersebar di tata surya kita, masing-masing berukuran sebesar inti atomik. Tidak seperti black hole pada umumnya, mini black hole ini merupakan sisa peninggalan Big Bang dan mempengaruhi ruang dan waktu dengan cara yang berbeda.
Credit: NASA-MSFC
7. Neutrino

Neutrino merupakan partikel elementer yang tak bermassa dan tak bermuatan yang dapat menembus permukaan logam. Beberapa neutrino sedang menembus tubuhmu saat membaca tulisan ini. Partikel “phantom” ini diproduksi di dalam inti bintang dan ledakan supernova. Detektor diletakkan di bawah permukaan bumi, di bawah permukaan laut, atau ke dalam bongkahan besar es sebagai bagian dari IceCube, sebuah proyek khusus untuk mendeteksi keberadaan neutrino.
Credit: Jeff Miller/NSF/U. of Wisconsin-Madison
8. Ekstrasolar Planet (Exoplanet)

Hingga awal 1990an, kita hanya mengenal planet di tatasurya kita sendiri. Namun, saat ini astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200 ekstrasolar planet yang berada di luar tata surya kita. Pencarian bumi kedua tampaknya belum berhasil hingga kini. Para astronom umumnya percaya bahwa dibutuhkan teknologi yang lebih baik untuk menemukan beberapa dunia seperti di bumi.
Credit: ESO
9. Radiasi Kosmik Latarbelakang

Radiasi ini disebut juga Cosmic Microwave Background (CMB) yang merupakan sisa radiasi yang terjadi saat Big Bang melahirkan alam semesta. Pertama kali dideteksi pada dekade 1960 sebagai noise radio yang nampak tersebar di seluruh penjuru alam semesta. CBM dianggap sebagai bukti terpenting dari kebenaran teori Big Bang. Pengukuran yang akurat oleh proyek WMAP menunjukkan bahwa temperatur CMB adalah -455 derajat Fahrenheit (-270 Celsius).
Credit: NASA/WMAP Science Team
10. Antimateri

Seperti sisi jahat Superman, Bizzaro, partikel (materi normal) juga mempunyai versi yang berlawanan dengan dirinya sendiri yang disebut antimateri. Sebagai contoh, sebuah elektron memiliki muatan negatif, namun antimaterinya positron memiliki muatan positif. Materi dan antimateri akan saling membinasakan ketika mereka bertabrakan dan massa mereka akan dikonversi ke dalam energi melalui persamaan Einstein E=mc2. Beberapa desain pesawat luar angkasa menggabungkan mesin antimateri.
Pciklopedia.co.cc - Sore itu,18 Februari 1930, seorang pemuda di usia ke-24 merapikan bajunya. Lalu, berjalan mantap menyusuri lorong menuju ruang direktur Observatorium Lowell di Flagstaff, Arizona, tempatnya bekerja (sambil belajar). Setelah mengetuk pintu dan membukanya, ehem…dengan suara mantap, ia berujar,” Tuan, saya telah menemukan planet yang anda cari selama ini “.
Hari itu menjadi hari yang bersejarah. Bagaimana tidak, Pluto --demikian nama yang diberikan ke obyek langit yang baru ditemukan dan dikukuhkan sebagai planet ke 9 beberapa minggu setelahnya, merupakan klimaks pencarian planet “X” (planet yang belum diketahui) yang telah berlangsung lama.
Puluhan tahun kemudian, pada 1992 NASA mengirim surat untuk meminta ijin Clyde W. Tombaugh,si pemuda itu, untuk mengunjungi planetnya.Tombaugh terharu mendengar permintaan ini. Ia merasa bahwa jerih payahnya selama ini dalam meneliti Pluto, mendapat pengakuan sebagai orang yang seharusnya. Pluto Express wahana antariksa yang ditujukan untuk misi tersebut direncanakan diluncurkan tahun 2003.Sayangnya, Tombaugh meninggal dunia pada 17 Januari 1997 dalam usia hampir 91 tahun. Apalagi Pluto Express batal diluncurkan.
Sebagai gantinya, pada pertengahan Januari 2006, wahana antariksa New Horizons diluncurkan mengemban misi seperti yang diemban Pluto Express. Misi New Horizons sangat penting dikarenakan banyaknya informasi yang belum diketahui mengenai Pluto dan perdebatan yang menyertainya seputar status keplanetannya.
Perdebatan ini tuntas sudah pada 24 Agustus lalu dimana otoritas tertinggi astronomi yaitu International Astronomical Union (IAU) dalam pertemuannya lebih dari sepekan di Praha,Ceko, telah menetapkan Pluto “hanya” sebagai planet kerdil / katai (dwarf planet),sebuah klasifikasi baru anggota Tata Surya. Seandainya Tombaugh masih hidup,entah bagaimana perasaannya.Yang pasti janda Tombaugh menyatakan kekecewaannya.
Awal Mula Pencarian Planet X
Tombaugh lahir 4 Februari 1906 di daerah pertanian dekat Streator, Illionis, kemudian pindah di Burdett,Kansas, AS.Sejak remaja, ia telah memperlihatkan minat yang besar atas astronomi. Ayahnya membelikannya teleskop kecil model Sears Roebuck berdiameter 2 1/4-inchi. Selain menggunakan teleskop itu, Tombaugh juga mengotak-atiknya.
Teleskop lebih besar berdiameter 9 inchi ia peroleh. Dengan teleskop ini,ia melakukan pengamatan Yupiter dan Mars lantas mengirimkan hasil pengamatannya ke Observatorium Lowell. Harapannya, ia akan mendapatkan masukan dari para astronom profesional atas hasil kerjanya tersebut.
Pihak observatorium menyambut hangat hasil penelitian dan menilainya sebagai seorang astronom amatir yang bagus. Bukan hanya masukan atas hasil kerjanya, tetapi juga tawaran kerja untuk mengoperasikan teleskop fotografik baru.
Pada 1929 Tombaugh bergabung sebagai astronom yunior untuk proyek pencarian planet “X” yang berada di luar orbit Neptunus. Adapun planet X sendiri muncul ketika astronom menghitung orbit Uranus (ditemukan William Herchel dan ditetapkan pada 26 April 1781) dan menemukan ternyata orbit Uranus mengalami gangguan.
Setelah Neptunus ditemukan oleh J.F Encke dan H.L d’Arrest di Observatorium Berlin pada Agustus 1846 dimana sebelumnya diramalkan oleh J.C Adams dan J.J Le Verrier pada 1845, orbit Uranus bisa diramalkan dalam dengan lebih teliti.
Namun penemuan Neptunus tidak menjawan tuntas adanya gangguan pada orbit Uranus. Muncullah pemikiran kemungkinan adanya planet lain di luar orbit Neptunus yang kemudian diberinama planet X.
Astronom William Pickering dan Percival Lowell memulai pencarian serius planet itu pada 1905 selama empat tahun. Pencarian ini tidak berhasil karena mereka tidak menghitung secara cermat orbit Neptunus.
Pencarian diteruskan dengan cara lain yaitu survei langit secara topografik.dan tidak berhasil hingga Lowell meninggal di tahun 1916.Pickering meneruskan pencarian planet X ini yang kemudian ia beri nama sebagai planet O. Dan tidak menemukan hasil hingga tahun 1929. Ironisnya, tanpa disadari sebenarnya Pickering telah memotret planet tersebut sebanyak 4 kali!.
Sejarah Penemuan Pluto
Melalui teleskop fotografik berdiameter 33 cm di atas,Tombaugh meneruskan upaya Lowell dan Pickering. Di tahun 1929, sama seperti Pickering, Tombaugh berhasil memotret planet yang dicari. Sayangnya ia tidak berhasil mengenalinya sebagai planet dan menganggapnya sebagai bintang bercahaya lemah.
Beruntung ada sebuah mesin yang bisa memroyeksikan pelat fotografik yaitu blink comparator. Melalui mesin ini pelat-pelat fotografik hasil pemotretan suatu daerah langit dalam interval beberapa hari bisa dianalisis untuk diketahui apakah ada obyek (yang terekam sebagai titik) bergerak yang akan tampak timbul hilang dari dua pelat fotografik.
Pada malam hari tanggal 23 dan 29 Januari 1930,Tombaugh memotret daerah langit dekat rasi Gemini (sekitar bintang Delta Geminorum). Sore hari tanggal 18 Februari dua pelat itu dibandingkan melalui blink-comparator.Ternyata ada titik timbul hilang. Nah, inilah Planet yang dicari !
Dari dua pelat fotografik tersebut,titik-titik bintang akan berposisi tetap,sedangkan obyek lain seperti planet ataupun komet akan berpindah.
Planet itu kemudian diberi nama Pluto,yang dalam mitologi Yunani merupakan Dewa penguasa dunia kegelapan, baru diumumkan tanggal 13 Maret 1930.Penemuan Pluto menimbulkan antusiasme di masyarakat. Bahkan tokoh kartun ciptaan Walt Disney, yaitu anjing piaraan Mickey Mouse-pun diberi nama Pluto.
Lambang Pluto adalah PL diambil dari nama depan Percivall Lowell sebagai penghargaan pada astronom yang menjadi pioneer pencarian planet X tersebut.
Kontroversi
Alih-alih akan menjelaskan gangguan orbit Uranus (dan Neptunus) ternyata penemuan Pluto dan penglasifikasiannya sebagai planet menimbulkan kontroversi ketika 20 tahun kemudian Gerard P. Kuiper menemukan obyek di luar obyek Neptunus, yang kemudian digolongkan sebagai Obyek Sabuk Kuiper atau Trans Neptunian Object. Pluto berada di wilayah Sabuk Kuiper tersebut.
Ukuran Pluto yang begitu kecil ternyata memunculkan pemikiran bahwa Pluto bukanlah sebuah planet.Bahkan dulunya Pluto diduga sebagai satelit Neptunus yang terlempar ke luar Tata Surya. Lalu apa yang menjadi penyebab gangguan orbit dua planet di atas.Para astronom belum bisa menjelaskan.
Penemuan lain
Setelah menemukan Pluto,Tombaugh terus melakukan pengamatan selama 13 tahun. Tidak ada planet lagi yang ditemukan.namun ia menemukan 6 buah kluster bintang,dua buah komet, ratusan asteroid,berpuluh-puluh kluster galaksi dan sebuah superkluster.
Selama rentang waktu itu pula, ia melanjutkan kuliah di Universitas Kansas.Meraih gelar sarjana tahun 1936 dan master tahun 1939 dalam bidang astronomi. Juga menikah dengan Patricia Edson di tahun 1934.
Kemudian mengajar di Arizona State College (berubah nama menjadi Northern Arizona University) dan University of California di Los Angeles.Kemudian pindah ke New Mexico di 1946 untuk terlibat didalam pengembangan roket V-2 (yang kemudian hari dipergunakan dalam misi Apollo ke Bulan). Di sinilah ia mendesain sejumlah instrumen optik seperti super kamera yang dinamai IGOR (Intercept Ground Optical Recorder). Pada 1955 ia keluar dan menjadi guru besar astronomi di New Mexico State University hingga pensiun pada 1973.
Meskipun usianya beranjak kian tua, Tombaugh tidak berhenti dalam kegiatan riset dan pendidikan. Ia dikenal sebagai sosok yang amat antusias,hangat dan memiliki selera humor tinggi.
Di akhir masa hidupnya,ia masih meneliti mengenai gerak rotasi planet Merkurius dan Bintik Merah Besar Planet Yupiter serta mengembangkan teknik fotografi pada satelit buatan untuk menyurvei permukaan Bumi.
Hari itu menjadi hari yang bersejarah. Bagaimana tidak, Pluto --demikian nama yang diberikan ke obyek langit yang baru ditemukan dan dikukuhkan sebagai planet ke 9 beberapa minggu setelahnya, merupakan klimaks pencarian planet “X” (planet yang belum diketahui) yang telah berlangsung lama.
Puluhan tahun kemudian, pada 1992 NASA mengirim surat untuk meminta ijin Clyde W. Tombaugh,si pemuda itu, untuk mengunjungi planetnya.Tombaugh terharu mendengar permintaan ini. Ia merasa bahwa jerih payahnya selama ini dalam meneliti Pluto, mendapat pengakuan sebagai orang yang seharusnya. Pluto Express wahana antariksa yang ditujukan untuk misi tersebut direncanakan diluncurkan tahun 2003.Sayangnya, Tombaugh meninggal dunia pada 17 Januari 1997 dalam usia hampir 91 tahun. Apalagi Pluto Express batal diluncurkan.
Sebagai gantinya, pada pertengahan Januari 2006, wahana antariksa New Horizons diluncurkan mengemban misi seperti yang diemban Pluto Express. Misi New Horizons sangat penting dikarenakan banyaknya informasi yang belum diketahui mengenai Pluto dan perdebatan yang menyertainya seputar status keplanetannya.
Perdebatan ini tuntas sudah pada 24 Agustus lalu dimana otoritas tertinggi astronomi yaitu International Astronomical Union (IAU) dalam pertemuannya lebih dari sepekan di Praha,Ceko, telah menetapkan Pluto “hanya” sebagai planet kerdil / katai (dwarf planet),sebuah klasifikasi baru anggota Tata Surya. Seandainya Tombaugh masih hidup,entah bagaimana perasaannya.Yang pasti janda Tombaugh menyatakan kekecewaannya.
Awal Mula Pencarian Planet X
Tombaugh lahir 4 Februari 1906 di daerah pertanian dekat Streator, Illionis, kemudian pindah di Burdett,Kansas, AS.Sejak remaja, ia telah memperlihatkan minat yang besar atas astronomi. Ayahnya membelikannya teleskop kecil model Sears Roebuck berdiameter 2 1/4-inchi. Selain menggunakan teleskop itu, Tombaugh juga mengotak-atiknya.
Teleskop lebih besar berdiameter 9 inchi ia peroleh. Dengan teleskop ini,ia melakukan pengamatan Yupiter dan Mars lantas mengirimkan hasil pengamatannya ke Observatorium Lowell. Harapannya, ia akan mendapatkan masukan dari para astronom profesional atas hasil kerjanya tersebut.
Pihak observatorium menyambut hangat hasil penelitian dan menilainya sebagai seorang astronom amatir yang bagus. Bukan hanya masukan atas hasil kerjanya, tetapi juga tawaran kerja untuk mengoperasikan teleskop fotografik baru.
Pada 1929 Tombaugh bergabung sebagai astronom yunior untuk proyek pencarian planet “X” yang berada di luar orbit Neptunus. Adapun planet X sendiri muncul ketika astronom menghitung orbit Uranus (ditemukan William Herchel dan ditetapkan pada 26 April 1781) dan menemukan ternyata orbit Uranus mengalami gangguan.
Setelah Neptunus ditemukan oleh J.F Encke dan H.L d’Arrest di Observatorium Berlin pada Agustus 1846 dimana sebelumnya diramalkan oleh J.C Adams dan J.J Le Verrier pada 1845, orbit Uranus bisa diramalkan dalam dengan lebih teliti.
Namun penemuan Neptunus tidak menjawan tuntas adanya gangguan pada orbit Uranus. Muncullah pemikiran kemungkinan adanya planet lain di luar orbit Neptunus yang kemudian diberinama planet X.
Astronom William Pickering dan Percival Lowell memulai pencarian serius planet itu pada 1905 selama empat tahun. Pencarian ini tidak berhasil karena mereka tidak menghitung secara cermat orbit Neptunus.
Pencarian diteruskan dengan cara lain yaitu survei langit secara topografik.dan tidak berhasil hingga Lowell meninggal di tahun 1916.Pickering meneruskan pencarian planet X ini yang kemudian ia beri nama sebagai planet O. Dan tidak menemukan hasil hingga tahun 1929. Ironisnya, tanpa disadari sebenarnya Pickering telah memotret planet tersebut sebanyak 4 kali!.
Sejarah Penemuan Pluto
Melalui teleskop fotografik berdiameter 33 cm di atas,Tombaugh meneruskan upaya Lowell dan Pickering. Di tahun 1929, sama seperti Pickering, Tombaugh berhasil memotret planet yang dicari. Sayangnya ia tidak berhasil mengenalinya sebagai planet dan menganggapnya sebagai bintang bercahaya lemah.
Beruntung ada sebuah mesin yang bisa memroyeksikan pelat fotografik yaitu blink comparator. Melalui mesin ini pelat-pelat fotografik hasil pemotretan suatu daerah langit dalam interval beberapa hari bisa dianalisis untuk diketahui apakah ada obyek (yang terekam sebagai titik) bergerak yang akan tampak timbul hilang dari dua pelat fotografik.
Pada malam hari tanggal 23 dan 29 Januari 1930,Tombaugh memotret daerah langit dekat rasi Gemini (sekitar bintang Delta Geminorum). Sore hari tanggal 18 Februari dua pelat itu dibandingkan melalui blink-comparator.Ternyata ada titik timbul hilang. Nah, inilah Planet yang dicari !
Dari dua pelat fotografik tersebut,titik-titik bintang akan berposisi tetap,sedangkan obyek lain seperti planet ataupun komet akan berpindah.
Planet itu kemudian diberi nama Pluto,yang dalam mitologi Yunani merupakan Dewa penguasa dunia kegelapan, baru diumumkan tanggal 13 Maret 1930.Penemuan Pluto menimbulkan antusiasme di masyarakat. Bahkan tokoh kartun ciptaan Walt Disney, yaitu anjing piaraan Mickey Mouse-pun diberi nama Pluto.
Lambang Pluto adalah PL diambil dari nama depan Percivall Lowell sebagai penghargaan pada astronom yang menjadi pioneer pencarian planet X tersebut.
Kontroversi
Alih-alih akan menjelaskan gangguan orbit Uranus (dan Neptunus) ternyata penemuan Pluto dan penglasifikasiannya sebagai planet menimbulkan kontroversi ketika 20 tahun kemudian Gerard P. Kuiper menemukan obyek di luar obyek Neptunus, yang kemudian digolongkan sebagai Obyek Sabuk Kuiper atau Trans Neptunian Object. Pluto berada di wilayah Sabuk Kuiper tersebut.
Ukuran Pluto yang begitu kecil ternyata memunculkan pemikiran bahwa Pluto bukanlah sebuah planet.Bahkan dulunya Pluto diduga sebagai satelit Neptunus yang terlempar ke luar Tata Surya. Lalu apa yang menjadi penyebab gangguan orbit dua planet di atas.Para astronom belum bisa menjelaskan.
Penemuan lain
Setelah menemukan Pluto,Tombaugh terus melakukan pengamatan selama 13 tahun. Tidak ada planet lagi yang ditemukan.namun ia menemukan 6 buah kluster bintang,dua buah komet, ratusan asteroid,berpuluh-puluh kluster galaksi dan sebuah superkluster.
Selama rentang waktu itu pula, ia melanjutkan kuliah di Universitas Kansas.Meraih gelar sarjana tahun 1936 dan master tahun 1939 dalam bidang astronomi. Juga menikah dengan Patricia Edson di tahun 1934.
Kemudian mengajar di Arizona State College (berubah nama menjadi Northern Arizona University) dan University of California di Los Angeles.Kemudian pindah ke New Mexico di 1946 untuk terlibat didalam pengembangan roket V-2 (yang kemudian hari dipergunakan dalam misi Apollo ke Bulan). Di sinilah ia mendesain sejumlah instrumen optik seperti super kamera yang dinamai IGOR (Intercept Ground Optical Recorder). Pada 1955 ia keluar dan menjadi guru besar astronomi di New Mexico State University hingga pensiun pada 1973.
Meskipun usianya beranjak kian tua, Tombaugh tidak berhenti dalam kegiatan riset dan pendidikan. Ia dikenal sebagai sosok yang amat antusias,hangat dan memiliki selera humor tinggi.
Di akhir masa hidupnya,ia masih meneliti mengenai gerak rotasi planet Merkurius dan Bintik Merah Besar Planet Yupiter serta mengembangkan teknik fotografi pada satelit buatan untuk menyurvei permukaan Bumi.
Sumber : http://thiopoluan.blogspot.com/2010/12/clyde-wtombaugh-penemu-pluto.html
Teleskop HubbleSpace adalah kolaborasi antara NASA dengan European Space Agency yang sudah beroperasi selama 20 tahun tidak henti-hentinya mengambil foto-foto luar angkasa. HubbleSpace merupakan salah satu teleskop terbagus NASA. Para astronom pun memilih 10 foto galaksi terindah dari sekian banyak foto galaksi yang pernah diambil oleh teleskopo HubbleSpace ini.
Berikut adalah 10 foto Galaksi terindah di Jagad raya yang fotonya pernah diambil oleh Teleskop HubbleSpace :
Berikut adalah 10 foto Galaksi terindah di Jagad raya yang fotonya pernah diambil oleh Teleskop HubbleSpace :
1. The Sombrero Galaxy

2. The Ant Nebula

3. Nebula NGC 2392

4. Cat's Eye Nebula

5. The Hourglass Nebula

6. Cone Nebula.

7. The Perfect Storm

8. Starry Night

9. The glowering eyes

10. The Trifid Nebula. A 'stellar nursery'
Sumber : http://blognyajose.blogspot.com/2010/10/10-galaksi-terindah-di-jagad-raya.html
Pciklopedia.co.cc - Kamis (16/6/2011), dini hari nanti akan ada gerhana bulan total. Jika Anda tak sempat keluar rumah, saksikan saja melalui live streaming di situs Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Observatorium Bosscha.
Live streaming di Bosscha bisa diklik di http://bosscha.itb.ac.id/en/multimedia/livestreamgbt2011.html. Sedang situs Kemenkominfo di www.depkominfo.go.id.
Gerhana bulan sebagian akan dimulai pada pukul 01.23 WIB hingga pukul 05.02 WIB, dalam rentang waktu itu akan terjadi gerhana bulan total mulai pukul 02.22 WIB sampai pukul 04.03 WIB. Gerhana bulan total ini bisa dilihat dengan mata telanjang di seluruh Indonesia.
Ini merupakan peristiwa yang spektakuler karena proses gerhana memakan waktu yang lama sehingga kita bisa memantaunya dengan leluasa. Bulan nantinya akan ditutup oleh bayangan bumi, yang tadinya bulan berwarna putih akan menjadi hitam kemerahan dan itu berlangsung cukup lama.
Sumber : http://www.detikinet.com/read/2011/06/15/132016/1660737/511/gerhana-bulan-total-bisa-disaksikan-lewat-live-streaming?i991102105
Dari sebuah penelitian lebih lanjut, astronom mendapati bahwa Markarian 739, sebuah galaksi yang berjarak sekitar 425 juta tahun cahaya dari Bumi ke arah konstelasi Leo memiliki tidak cuma satu black hole raksasa, melainkan dua buah black hole di pusat galaksi itu.
Kehadiran galaksi kedua ini terdeteksi oleh satelit Swift dam Chandra X-Ray Observatory milik NASA.
Meski kedua lubang hitam itu berada di pusat galaksi, keduanya terpisah dengan jarak sekitar 11 ribu tahun cahaya atau sekitar sepertiga jarak tata surya kita dengan pusat galaksi Bima Sakti. Sebagai gambaran, satu tahun cahaya berjarak sekitar 10 triliun kilometer.
Kedua black hole yang ditemukan itu juga merupakan black hole yang sangat aktif dan masuk ke dalam klasifikasi ‘supermassive’ yang artinya, masing-masing memiliki massa yang sama dengan jutaan atau bahkan miliaran kali lipat massa bintang seperti Matahari kita.
Padahal, black hole biasa yang terbentuk akibat hancurnya bintang raksasa hanya berukuran 10 sampai 20 kali lipat dibandingkan dengan massa Matahari.
“Di pusat sebagian besar galaksi raksasa, termasuk Bima Sakti, berada sebuah supermassive black hole yang memiliki bobot jutaan kali lipat dibandingkan dengan massa Matahari,” kata Michael Koss, peneliti dari NASA, seperti dikutip dari Space, 11 Juni 2011. “Sebagian di antaranya memancarkan radiasi miliaran kali lebih besar dibanding energi Matahari,” ucapnya.
Namun demikian, Koss menyebutkan, meski supermassive black hole merupakan fenomena yang umum yang hadir di pusat galaksi, tidak semua black hole memancarkan energi radiasi yang disebut dengan ‘active galactic nuclei (AGN). “Dengan demikian, mendapatkan sebuah black hole raksasa yang aktif sangat langka. Apalagi menemukan dua buah black hole raksasa dalam satu galaksi,” ucapnya.
Astronom menduga bahwa sepasang supermassive black hole ini terbentuk saat ada galaksi yang hancur.
“Jika dua buah galaksi saling bertabrakan, dan masing-masing memiliki sebuah supermassive black hole, ada kemungkinan bahwa kedua black hole menjadi aktif sebagai AGN,” kata Richard Mushotzky, peneliti lain dari University of Maryland.
Sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/226106-2-black-hole-besar-ditemukan-di-pusat-galaksi
Kehadiran galaksi kedua ini terdeteksi oleh satelit Swift dam Chandra X-Ray Observatory milik NASA.
Meski kedua lubang hitam itu berada di pusat galaksi, keduanya terpisah dengan jarak sekitar 11 ribu tahun cahaya atau sekitar sepertiga jarak tata surya kita dengan pusat galaksi Bima Sakti. Sebagai gambaran, satu tahun cahaya berjarak sekitar 10 triliun kilometer.
Kedua black hole yang ditemukan itu juga merupakan black hole yang sangat aktif dan masuk ke dalam klasifikasi ‘supermassive’ yang artinya, masing-masing memiliki massa yang sama dengan jutaan atau bahkan miliaran kali lipat massa bintang seperti Matahari kita.
Padahal, black hole biasa yang terbentuk akibat hancurnya bintang raksasa hanya berukuran 10 sampai 20 kali lipat dibandingkan dengan massa Matahari.
“Di pusat sebagian besar galaksi raksasa, termasuk Bima Sakti, berada sebuah supermassive black hole yang memiliki bobot jutaan kali lipat dibandingkan dengan massa Matahari,” kata Michael Koss, peneliti dari NASA, seperti dikutip dari Space, 11 Juni 2011. “Sebagian di antaranya memancarkan radiasi miliaran kali lebih besar dibanding energi Matahari,” ucapnya.
Namun demikian, Koss menyebutkan, meski supermassive black hole merupakan fenomena yang umum yang hadir di pusat galaksi, tidak semua black hole memancarkan energi radiasi yang disebut dengan ‘active galactic nuclei (AGN). “Dengan demikian, mendapatkan sebuah black hole raksasa yang aktif sangat langka. Apalagi menemukan dua buah black hole raksasa dalam satu galaksi,” ucapnya.
Astronom menduga bahwa sepasang supermassive black hole ini terbentuk saat ada galaksi yang hancur.
“Jika dua buah galaksi saling bertabrakan, dan masing-masing memiliki sebuah supermassive black hole, ada kemungkinan bahwa kedua black hole menjadi aktif sebagai AGN,” kata Richard Mushotzky, peneliti lain dari University of Maryland.
Sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/226106-2-black-hole-besar-ditemukan-di-pusat-galaksi
Tak hanya pemerintah Inggris yang mengumpulkan X-file atau data rahasia soal UFO, atau FBI yang diam-diam menyimpan dokumen terkait dugaan penampakan UFO di 'The Vault'. Ternyata militer Australia juga menyimpan beberapa dokumen tersebut.
Namun, masalahnya, dokumen itu saat ini raib entah ke mana. Setelah pencarian dua bulan menanggapi permintaan dokumen atas nama UU Kebebasan Informasi (Freedom of Information/FOI), Departemen Pertahanan Australia dipaksa untuk mengakui, bahwa mereka tak bisa menemukan dokumen tersebut.
"Dokumen-dokumen tersebut tak bisa ditemukan di Markas Komando Udara dan kami menyatakan bahwa file-file tersebut hilang," kata asisten direktur FOI, Natalie Carpenter kepada Sydney Morning Herald.
Satu-satunya dokumen yang bisa ditemukan adalah folder berjudul, "Laporan UFO/ Penampakan Aneh di Woomera". Isinya, laporan penampakan UFO dari seluruh negeri, juga luar negeri, termasuk yang disaksikan warga yang tinggal di dekat Woomera, Australia bagian Selatan. Meski ditemukan, file itu sama sekali tak bisa dibuka.
Sementara, file-file lain hilang atau rusak. Sebuah fakta yang bisa menyulut teori konspirasi.
Untuk diketahui, Woomera adalah lokasi pengujian senjata militer yang terletak di daerah pedalaman luas Australia. desa ini ditetapkan sebagai wilayah dengan akses terbatas sejak tahun 1940-an. Tak terhitung jumlah rudal militer, misil, senjata, sistem kedirgantaraan yang diuji di sana.
Jika diibaratkan, Woomera mirip pangkalan mliter rahasia, Area 51 milik Amerika Serikat -- yang menjadi subyek teori konspirasi selama puluhan tahun: soal UFO dan alien.
Militer Australia telah memutuskan untuk berhenti mengambil dan memproses laporan penampakan UFO pada tahun 2000-an. Alih-alih menerima laporan yang masuk, militer meminta anggota masyarakat untuk melaporkan kejadian kepada polisi.
Namun, masalahnya, dokumen itu saat ini raib entah ke mana. Setelah pencarian dua bulan menanggapi permintaan dokumen atas nama UU Kebebasan Informasi (Freedom of Information/FOI), Departemen Pertahanan Australia dipaksa untuk mengakui, bahwa mereka tak bisa menemukan dokumen tersebut.
"Dokumen-dokumen tersebut tak bisa ditemukan di Markas Komando Udara dan kami menyatakan bahwa file-file tersebut hilang," kata asisten direktur FOI, Natalie Carpenter kepada Sydney Morning Herald.
Satu-satunya dokumen yang bisa ditemukan adalah folder berjudul, "Laporan UFO/ Penampakan Aneh di Woomera". Isinya, laporan penampakan UFO dari seluruh negeri, juga luar negeri, termasuk yang disaksikan warga yang tinggal di dekat Woomera, Australia bagian Selatan. Meski ditemukan, file itu sama sekali tak bisa dibuka.
Sementara, file-file lain hilang atau rusak. Sebuah fakta yang bisa menyulut teori konspirasi.
Untuk diketahui, Woomera adalah lokasi pengujian senjata militer yang terletak di daerah pedalaman luas Australia. desa ini ditetapkan sebagai wilayah dengan akses terbatas sejak tahun 1940-an. Tak terhitung jumlah rudal militer, misil, senjata, sistem kedirgantaraan yang diuji di sana.
Jika diibaratkan, Woomera mirip pangkalan mliter rahasia, Area 51 milik Amerika Serikat -- yang menjadi subyek teori konspirasi selama puluhan tahun: soal UFO dan alien.
Militer Australia telah memutuskan untuk berhenti mengambil dan memproses laporan penampakan UFO pada tahun 2000-an. Alih-alih menerima laporan yang masuk, militer meminta anggota masyarakat untuk melaporkan kejadian kepada polisi.
Sumber ; http://teknologi.vivanews.com/news/read/225313-misterius--dokumen-ufo-australia-hilang
Pciklopedia.co.cc - Pada 7 Juni 2011 kemarin, terlihat badai solar besar di permukaan matahari yang menimbulkan erupsi dahsyat yang menghasilkan awan plasma magnetik.
Puncak badai solar terjadi sekitar pukul 06.41 GMT. Tapi, ahli astrofisika NASA C. Alex Young mengatakan lidah api terus berlangsung hingga tiga jam.
"Matahari menghasilkan erupsi spektakuler dengan lidah api dan partikel berenergi tinggi di sekitarnya. Saya belum pernah melihat material yang dilepaskan seperti ini sebelumnya," kata Young, seperti dikuti dari Space.com.
"Ini seperti seseorang menendang awan kotor raksasa ke udara, yang kemudian jatuh kembali," lanjutnya.Wahana pengamatan dinamika matahariu milik NASA merekam video badai solar di matahari itu dalam sejumlah gelombang yang berbeda. Seperti apa videonya? Lihat di bawah ini
Puncak badai solar terjadi sekitar pukul 06.41 GMT. Tapi, ahli astrofisika NASA C. Alex Young mengatakan lidah api terus berlangsung hingga tiga jam.
"Matahari menghasilkan erupsi spektakuler dengan lidah api dan partikel berenergi tinggi di sekitarnya. Saya belum pernah melihat material yang dilepaskan seperti ini sebelumnya," kata Young, seperti dikuti dari Space.com.
"Ini seperti seseorang menendang awan kotor raksasa ke udara, yang kemudian jatuh kembali," lanjutnya.Wahana pengamatan dinamika matahariu milik NASA merekam video badai solar di matahari itu dalam sejumlah gelombang yang berbeda. Seperti apa videonya? Lihat di bawah ini
Video
Sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/225925-video--letusan-dahsyat-badai-matahari
Pciklopedia.co.cc - NASA astronauts Greg Chamitoff and Greg H. Johnson, who will launch into space Friday, April 29, are challenging the people of Earth to a chess rematch. NASA and the U.S. Chess Federation (USCF) hosted the first Earth vs. space match in 2008 when Chamitoff lived aboard the International Space Station.
The public won that match thanks to help from chess champions at Stevenson Elementary School in Bellevue, Wash.
"Chess is a great game that challenges the mind and helps young people develop critical thinking skills that will serve them well in math, science, and all aspects of their future careers," Chamitoff said.
He and Johnson will play the game during their 14-day space shuttle flight to the International Space Station. The USCF will facilitate the match on this Facebook page, and on its website at:
At the USCF web site, the public can vote on each chess move. The USCF will decide how to respond to the astronauts' moves. NASA and USCF will use Twitter and Facebook to notify participants about the status of the game and when to vote on moves. Discussion and suggestions are welcome here on Facebook.
"We hope the excitement and interest this game generates will inspire students to become interested in chess," said USCF Executive Director Bill Hall.
Chamitoff, who will conduct two spacewalks during the shuttle mission, is a chess aficionado. He took a chess set when he launched to the space station in May 2008, and brought it back when he returned home in November 2008. He will be taking a different chess set for this trip.
"We hope to do better in this Earth vs. space match," Chamitoff said. "But, I have to admit it will be a challenge because we have an extremely busy flight ahead of us."
Refference : http://main.uschess.org
Pciklopedia.co.cc - Asteroid 2005 YU55 ditemukan oleh teropong Spacewatch di Lunar and Planetary Laboratory di University of Arizona, Tucson, pada 28 Desember 2005. Benda angkasa berukuran sekitar 400 meter ini terus bergerak menuju ke arah Bumi.
“Diperkirakan, 2005 YU55 akan mencapai titik terdekat dengan Bumi pada 8 November. Fenomena ini sangat tidak lazim karena ia begitu dekat dan besar,” kata Don Yeomans, Manager of NASA’s Near Earth Object Program Office and the Jet Propulsion Laboratory (JPL), Pasadena, California.
Secara rata-rata, kata Yeomans, seperti dikutip dari Space, 13 April 2011, benda sebesar itu tidak akan melintas dalam jarak sedekat ini (diperkirakan akan mencapai 0,85 lunar distance atau sekitar 326.400 kilometer) setidaknya dalam kurun 30 tahun.
Asteroid 2005 YU55 merupakan asteroid yang berputar secara lambat. Melihat ukuran dan dekatnya jarak dengan Bumi, para peneliti dari Minor Planet Center di Cambridge, Massachusetts, memberi kategori “asteroid yang berpotensi berbahaya” pada batu luar angkasa itu.
“Saat ini kami sudah mempersiapkan kedatangan 2005 YU55,” kata Lance Benner, peneliti spesialis radar imaging of near-Earth objects asal JPL. “Asteroid ini mendekat dari arah selatan, dan ia akan diamati menggunakan radar yang ada di Puerto Rico dan Goldstone, California,” ucapnya.
Melintasnya asteroid dengan magnitude sebesar dan seterang ini, sebut Benner, merupakan yang terdekat sejak tahun 1976 dan hingga tahun 2028 mendatang. “Sebenarnya, tahun 1976 lalu ada asteroid 2010 XC15 yang melintas lebih dekat yakni dalam jarak 0,5 lunar distance, namun tidak ada yang melihatnya,” ucap Benner.
Asteroid itu sendiri baru terdeteksi keberadaannya pada akhir 2010 lalu.
Benner menyebutkan, saat melintas, 2005 YU55 sendiri akan terlalu dekat dengan Matahari sehingga sulit untuk dilihat. Namun, sore hari pada 8 November (Universal Time), diperkirakan sudut antara Matahari dengan asteroid itu akan mencukupi hingga membuat objek itu bisa dilihat.
“Pada 9 November, asteroid itu bisa mencapai magnitude 11 selama beberapa jam sebelum memudar karena jaraknya semakin jauh,” ucap Bennet.
Sumber : Vivanews.com
“Diperkirakan, 2005 YU55 akan mencapai titik terdekat dengan Bumi pada 8 November. Fenomena ini sangat tidak lazim karena ia begitu dekat dan besar,” kata Don Yeomans, Manager of NASA’s Near Earth Object Program Office and the Jet Propulsion Laboratory (JPL), Pasadena, California.
Secara rata-rata, kata Yeomans, seperti dikutip dari Space, 13 April 2011, benda sebesar itu tidak akan melintas dalam jarak sedekat ini (diperkirakan akan mencapai 0,85 lunar distance atau sekitar 326.400 kilometer) setidaknya dalam kurun 30 tahun.
Asteroid 2005 YU55 merupakan asteroid yang berputar secara lambat. Melihat ukuran dan dekatnya jarak dengan Bumi, para peneliti dari Minor Planet Center di Cambridge, Massachusetts, memberi kategori “asteroid yang berpotensi berbahaya” pada batu luar angkasa itu.
“Saat ini kami sudah mempersiapkan kedatangan 2005 YU55,” kata Lance Benner, peneliti spesialis radar imaging of near-Earth objects asal JPL. “Asteroid ini mendekat dari arah selatan, dan ia akan diamati menggunakan radar yang ada di Puerto Rico dan Goldstone, California,” ucapnya.
Melintasnya asteroid dengan magnitude sebesar dan seterang ini, sebut Benner, merupakan yang terdekat sejak tahun 1976 dan hingga tahun 2028 mendatang. “Sebenarnya, tahun 1976 lalu ada asteroid 2010 XC15 yang melintas lebih dekat yakni dalam jarak 0,5 lunar distance, namun tidak ada yang melihatnya,” ucap Benner.
Asteroid itu sendiri baru terdeteksi keberadaannya pada akhir 2010 lalu.
Benner menyebutkan, saat melintas, 2005 YU55 sendiri akan terlalu dekat dengan Matahari sehingga sulit untuk dilihat. Namun, sore hari pada 8 November (Universal Time), diperkirakan sudut antara Matahari dengan asteroid itu akan mencukupi hingga membuat objek itu bisa dilihat.
“Pada 9 November, asteroid itu bisa mencapai magnitude 11 selama beberapa jam sebelum memudar karena jaraknya semakin jauh,” ucap Bennet.
Sumber : Vivanews.com
Bumi ternyata sempat mengalami masa superdingin di masa awal pembentukan planet sekitar 4 miliar tahun lalu. Hal tersebut kemungkinan dipengaruhi meteor-meteor kecil yang memborbardir Bumi.
![]() |
| Ilustrasi Luar Angkasa |
Ilmuwan kembangkan cara baru selidiki keberadaan alien: melacak penambangan material di sabuk asteroid. Alien diperkirakan menambang material, seperti emas, platinum, besi, dan silikon, yang terdapat dalam jumlah melimpah di asteroid.
Pciklopedia.co.cc - Foto pertama yang diambil pesawat tanpa awak NASA MESSENGER dari orbit ini sebenarnya merupakan sekuens delapan gambar. Seperti apa?
Gambar berwarna ini diperoleh melalui filter pada gelombang pusat 1.000 nm, 750 nm, dan 430 nm yang ditampilkan dalam warna merah, hijau, dan biru. Salah satu tujuan pengukuran MESSENGER adalah, menciptakan peta global delapan warna pada resolusi 1km/piksel.
Peta ini untuk membantu memahami variasi komposisi di seluruh permukaan Merkurius. Pada 17 Maret 2011, MESSENGER menjadi pesawat pertama yang mengorbit Merkurius.
Misi ini sekarang berada pada fase komisi selama pesawat dan kinerja instrumen diverifikasi melalui serangkaian aktivitas yang dirancang khusus.
Dalam jalur misi utama satu tahun ini, tujuh instrumen sains pesawat dan penyelidikan sains radio akan mengungkap sejarah dan evolusi planet paling dekat sistem tata surya ini
Sumber : Inilah.com














BlackBerry
iPhone
Palm
Ovi by Nokia
Windows 7 Smartphones
Mig33
Twitter
Snaptu
Plurk





